Aku hanya
melihatnya.
Meski semu namun begitu nyata
Meski tak tampak namun begitu jelas
Sepi serasa mati. Hening serasa pergi.
Menjauhi sudut bingkai kenangan terindah pada setiap dentangan waktu.
Meski semu namun begitu nyata
Meski tak tampak namun begitu jelas
Sepi serasa mati. Hening serasa pergi.
Menjauhi sudut bingkai kenangan terindah pada setiap dentangan waktu.
dia kalah.
dia mati !
oleh waktu yang berkutat hebat disekitarnya.
dia terbunuh dengan kegelisahannya sendiri.
masih ada bingkai kenangan itu. namun nyaris hancur karena kegoisan.
82 hari tak ada arti apapun. lebih berharga ketika 425 hari yang berkesan.
425hari yg telah usang, terhirau lagi oleh matinya 82 hari.
oleh waktu yang berkutat hebat disekitarnya.
dia terbunuh dengan kegelisahannya sendiri.
masih ada bingkai kenangan itu. namun nyaris hancur karena kegoisan.
82 hari tak ada arti apapun. lebih berharga ketika 425 hari yang berkesan.
425hari yg telah usang, terhirau lagi oleh matinya 82 hari.
Biaraknlah.
Dia kalah, bukan krna hatinya. Tpi krna jiwanya. Rapuhkah? Atau gelisah kah?
Banyak rumus-rumus huruf melayang di otaknya. Kiri-kanan tetap dihiraukan. Namun yang
jelas terlihat di ujung kornea matanya terabaikan.
Sedikit seperti anak kecil yang merengek khilngn masanya. Menunggu atau menerka puluhan waktu yang nyaris berwujud sprti abu. Usang,kusam.
Bingkai kenangan itu hancur,namun tak lebur.
Sedikit seperti anak kecil yang merengek khilngn masanya. Menunggu atau menerka puluhan waktu yang nyaris berwujud sprti abu. Usang,kusam.
Bingkai kenangan itu hancur,namun tak lebur.
Ada lara yg
terabaikan.
Lalu-lalang seperti derpaan angiin senja yang tak terhembus.
Dingiin. Mati disini membeku seperti batu es tanpa wujud.
Lalu-lalang seperti derpaan angiin senja yang tak terhembus.
Dingiin. Mati disini membeku seperti batu es tanpa wujud.
Masih
membeku 82 hari itu benar-benar tak brmkna, hanya berharap akan usangnya 425hari lalu.
Masikah salah bila kmbali?
Namun sudah dipertengahan jalan yang tak berhujung sampai.
Seperti lautan tampak indah namun menyimpan malapetaka jika berada jauh didalam airnya.
Keruh. Asin.pekat.
Tepat untuk menghanyutkan bingkai kenangan hancur itu.
Namun sudah dipertengahan jalan yang tak berhujung sampai.
Seperti lautan tampak indah namun menyimpan malapetaka jika berada jauh didalam airnya.
Keruh. Asin.pekat.
Tepat untuk menghanyutkan bingkai kenangan hancur itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar